Selasa, 13 Agustus 2019

Sejarah Perang Dunia Ke 2

Sejarah Terjadinya Perang Dunia II – Perang Dunia II merupakan kelanjutan dari Perang Dunia Pertama yang terjadi dan berakhir beberapa tahun setelahnya.

Perang ini membawa pengaruh yang sangat luas, karena perang ini juga mengakhiri konflik berkepanjangan yang terjadi antar-negara di Eropa yang juga berpengaruh luas pada hubungan internasional negara-negara di duniadimasa kini.
Perang ini juga membawa kehancuran yang luar biasa, kerugian material yang begitu besar, hingga korban tewas yang banyak sekali jumlahnya.
Berikut sejarah terjadinya Perang Dunia II yang wajib Anda ketahui.

Sejarah Terjadinya Perang Dunia II

perang dunia kedua
Secara resmi, Perang Dunia II dimulai tanggal 1 September 1939. Pernyataan lain menganggap bahwa perang ini terjadi lebih awal ketika Jepang berhasil menduduki wilayah Manchuria sekitar tahun 1937.
Pada umumnya, Perang Dunia I menghasilkan upaya perdamaian ketika negara-negara membentuk organisasi internasional Liga Bangsa-Bangsa (LBB).
Ketakutan, kengerian, hingga penderitaan akan perang disadari oleh pelaku maupun korban perang. Untuk itu hadirnya LBB sebagai produk dari Perang Dunia I menjadi jalan bagi terciptanya perdamaian.
LBB kala itu tidak memiliki peran supranasional yang seharusnya mereka miliki untuk dapat memerintah atas negara-negara anggotanya.
Tidak adanya peran supranasional tersebut dapat dilihat dari serangan Italia terhadap Etiopia di tahun 1935.
Hal tersebut menunjukkan kesewenangan negara besar di dalam tubuh LBB untuk berbuat sesuka hati, dan LBB tidak memiliki peran yang kuat untuk menghentikan, menghukum, atau pun memerintah bagaimana seharusnya negara anggota itu bertindak. LBB menjadi tidak lagi dipercayai sebagai badan yang mampu menciptakan perdamaian.
perang dunia ii
Negara-negara aliansi hasil dari Perang Dunia I memiliki kecurigaan khusus terhadap oposisinya. Jerman dan Italia yang berpaham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia) mencurigai komunis Uni Soviet.
Kecurigaan tersebut membuat patahnya keyakinan perdamaian yang dibimbing oleh LBB, sehingga timbullah persaingan untuk mempertahankan diri dan memperkuatnya di bidang militer.
Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat kemudian terlibat dengan kecurigaan paham tersebut karena mereka mengusung paham demokrasi.
Persaingan bidang militer tersebut menghasilkan berbagai persenjataan baru dari berbagai negara. Senjata-senjata modern dari transportasi laut, udara, darat hingga senjata pemusnah massal sudah dimiliki oleh masing-masing negara.
Perang di era ini kemudian menjadi bentuk evolusi perang besar-besaran dengan korban yang juga sangat massive.
Negara-negara Eropa (ditambah Amerika) terbagi atas 3 paham, yakni demokrasi (Prancis, Inggris, ditambah dengan AS), fasisme (Jerman dan Italia), dan komunisme (Uni Soviet).
Adanya politik balas dendam oleh pihak yang kalah di Perang Dunia I yaitu Revanche Idea sebagai akibat munculnya rasa terhina oleh Jerman atas Perjanjian Versailles yang membuatnya harus tunduk pada keinginan Prancis dan Sekutu.
Selain itu, dorongan terciptanya perang juga diakibatkan oleh politik ekspansi dari Jerman yang mengusung semboyan Lebensraum (Jerman Raya), Italia dengan semboyan Italia Iradenta (Italia Raya), dan Jepang dengan semboyan Hakko Ichi-u. 
Jerman dan Italia bersekutu yang ditandai dengan persahabatan Adolf Hitler dan fasisme Benito Mussolini.

Perang di Kawasan Eropa

perang dunia II 2 8
Jerman dengan Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler mulai berusaha merebut pelabuhan Danzig di Polandia awal September 1939 yang dianggap sebagai milik mereka sebelum terjadinya Perang Dunia I.
Mereka juga menyerang Austria dan daerah Cekoslovakia (Sudeten). Agresi militer yang dilakukan oleh pihak Jerman ini dianggap sebagai langkah awal terciptanya Perang Dunia II di Eropa.
Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 3 September 1939, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman.
Dengan segera peperangan di Eropa tidak lagi terhindarkan. Eropa berkecamuk diikuti dengan pergerakan jumlah militer yang masif melewati batasan-batasan negara guna menyerang wilayah musuh-musuhnya.
Ikut campurnya Inggris dan Prancis dalam menyerang Jerman tidak membuat Italia sebagai sekutu setia Jerman tinggal diam. Bulan Juni 1940, Italia menyatakan perang terhadap Inggris dan Prancis.
Dengan segera perang tersebar menyeluruh di kawasan Eropa. Segera setelah Italia turut campur, pasukan gabungan Italia dan Jerman mampu menaklukkan pasukan Prancis tanggal 22 Juni 1940.
Kekuatan Jerman  tampaknya semakin besar ketika bekerjasama dengan pasukan Italia. Bulan April 1941, Jerman berhasil menduduki Yugoslavia, Yunani, dan hingga meluas ke Afrika tepatnya Mesir.
Beberapa bulan setelah Jerman berhasil menduduki wilayah ketiga negara tersebut, Jerman juga berhasil menduduki Ukraina dan Rusia di wilayah Uni Soviet.

Pertempuran Stalingrad

perang dunia II 2 3
Bulan Agustus 1942 terjadi pertempuran antara Jerman-Uni Soviet demi memperebutkan kota Stalingrad.
Perang ini dikenal dengan Pertempuran Stalingrad yang dianggap sebagai pertempuran maha-dahsyat yang menewaskan jutaan tentara dan warga sipil.
Keinginan Hitler sebagai pemimpin Nazi Jerman untuk menguasai wilayah ini dipicu oleh karena Stalingrad akan memudahkan pergerakan pasukan Jerman menuju Kaukasus, wilayah dengan cadangan minyak besar, yang sangat dibutuhkan oleh Jerman demi kepentingan industri.
Uni Soviet di bawah pimpinan Joseph Stalin berusaha terus mempertahankan wilayah ini karena diisi dengan industri yang maju di tepi sungai Volga yang juga menjadi jalur transportasi penting ke Laut Kaspia.
Stalin dan Hitler sebagai pemimpin masing-masing kubu dalam pertempuran ini tetap bersikeras untuk menduduki wilayah ini.
Pasukan Jerman bertempur mati-matian demi mendapatkan wilayah ini. Di sisi lain, pasukan Uni Soviet dibantu dengan warga sipil daerah tersebut melakukan perlawanan sengit yang kemudian mampu menandingi kekuatan Jerman.
Di balik kesibukan pasukan Jerman dalam melakukan serangan, Stalin mengupayakan bala bantuan untuk mempertahankan Stalingrad. Stalin kemudian menjalankan program “Kampanye Musim Dingin”.
Serangan balasan Uni Soviet tersebut dilancarkan bulan November 1942 ketika salju mulai menyelimuti Stalingrad.
Serangan itu dengan cepat menggulung pasukan Italia, Hungaria, dan Rumania yang melindungi garis belakang Angkatan Darat Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.
Jerman tidak menarik mundur pasukannya meski masih memiliki kesempatan karena keinginan Der Fuhrer Adolf Hitler yang tetap keras kepala ingin menduduki Stalingrad.
Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah/Red Army (Uni Soviet dan Sekutu) di bawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros (Nazi Jerman dan bantuannya) yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan serta penyakit.
Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.
Hal tersebut menandai kekalahan pasukan Nazi Jerman dalam upaya menduduki Stalingrad. Kekalahan Jerman dalam Pertempuran Stalingrad merupakan awal runtuhnya kekuatan Nazi Jerman.
Pertempuran Stalingrad dianggap sebagai pertempuran paling mengerikan dan paling dahsyat dalam suatu wilayah sepanjang sejarah karena menelan korban jiwa hingga mencapai 3 juta jiwa.

Keterlibatan Amerika Serikat dan Akhir Perang Dunia II

Minggu tanggal 7 Desember 1941, Jepang melakukan penyerbuan terhadap Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii.
Pearl Harbor merupakan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat yang terbesar di Asia Pasifik. Dengan segera AS langsung menyatakan perang terhadap Jepang.
Selain Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan tersebut Jepang mulai menyerang koloni Inggris di Hongkong, Borneo, Malaya dan wilayah lainnya di sekitar Asia.
Jepang juga menguasai daerah jajahan Belanda yang dikenal dengan Hindia-Belanda, yang termasuk di dalamnya Indonesia.
Pendudukan Jepang di beberapa wilayah Asia Timur dan Tenggara merupakan upaya untuk memperkuat pasukan dan kekuatan, dengan merekrut pasukan-pasukan dari daerah kekuasaannya.
Pada Operasi Overlord atau yang lebih dikenal dengan Invasi Normandia dilakukan oleh pasukan Sekutu pada tanggal 6 Juni 1944, sekitar 3 juta tentara menyeberangi Selat Inggris menuju Prancis guna melakukan serbuan terhadap tentara Nazi yang menduduki Prancis.
Secara mayoritas, AS, Inggris, dan Kanada mengirimkan pasukan dalam operasi tersebut guna melakukan penyelamatan terhadap Prancis.
Sekitar tahun 1941 hingga 1944, Jepang berhasil menguasai wilayah yang meliputi wilayah-wilayah Asia tenggara dan wilayah Cina bagian Timur.
Pada saat itu pasukan Amerika Serikat dan pasukan dari Eropa yang berhasil menyelamatkan diri membangun pertahanan di Australia.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Enola Gay, bomber B-29 yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom yang dikenal dengan sebutan Little Boy di kota Hiroshima, yang dengan cepat menghancurkan kota tersebut.
Dua hari kemudian tepatnya tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang.
Mereka kemudian melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang, yang juga dikenal dengan istilah Operasi Badai Agustus.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, pesawat bomber jenis Boeing B-29 Superfortress “Bock’s Car” yang dikemudikan oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom yang dinamai Fat Man di kota Nagasaki.
Bom tersebut mengakibatkan puluhan hingga jutaan manusia tewas seketika, dan membumihanguskan kota itu dengan cepat.
Kekuatan Jepang pun mulai lumpuh yang membuatnya mulai menarik pasukan dari negara-negara yang didudukinya, termasuk dari Indonesia.
Kekalahan telak Jepang dari sekutu oleh dua serangan bom nuklir tersebut membuatnya kehilangan kekuatan dan melumpuhkan ‘kaki militer’-nya dengan segera.
Pada akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat tanggal 14 Agustus 1945, dan kemudian menandatangani surat pernyataan menyerah pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal USS Missouri di teluk Tokyo.
Di Eropa, sekitar bulan Oktober 1942, pasukan gabungan AS-Sekutu yang dipimpin oleh Eisenhower (AS) dan Montgomery (Inggris) berhasil menaklukkan pasukan gabungan Jerman-Italia.
Tahun 1944, pasukan AS-Sekutu berhasil menumbangkan kekuatan Italia di bawah pimpinan Benito Mussolini. Akhirnya Italia menyerah kepada AS-Sekutu pada tanggal 1 Mei 1944.
Di akhir bulan April 1945 ibukota Jerman, Berlin, sudah dikepung oleh Uni Soviet. Kemudian pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler selaku pemimpin Nazi Jerman bunuh diri dengan menembakkan peluru ke kepalanya sendiri bersama dengan istrinya Eva Braun di dalam bunkernya.
Sehari sebelum aksi bunuh dirinya, Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati ia memerintahkan pengawalnya untuk membakar mayatnya.
Pada tanggal 2 Mei 1945, seseorang bernama Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler.
Ia kemudian menyatakan Berlin menyerah pada hari itu juga. Hal tersebut disusul dengan menyerahnya pasukan Jerman di Italia pada hari yang sama.
Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda juga menyerah 2 hari setelahnya.

Sejarah Perang Dunia II: Penutup

Konflik besar di dunia hampir 70 tahun yang lalu atau yang dikenal dengan Perang Dunia II mempengaruhi perubahan pada hubungan internasional di masa kini.
Hubungan internasional di geopolitik masa kini berdasar pada aliansi yang dibentuk oleh sekutu-sekutu yang ada, yang kemudian membuat pihak yang kalah wajib mengikuti keinginan pihak yang menang di era setelahnya.
Perang Dunia II juga mengakibatkan konflik antara dua negara Superpower di era Perang Dingin yang terjadi setelah  PD II, dimana konflik ini juga menjadi alur perubahan geopolitik hubungan internasional.
Perang Dunia II yang maha dahsyat tersebut dikenal sebagai perang terbesar yang pernah terjadi di muka bumi, yang menghancurkan berbagai wilayah di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika serta menghabisi sekitar 50 juta nyawa manusia.
Share:

Adolf Hitler



seorang bayi laki-laki lahir di sebuah kota kecil di Austria. Anak itu tumbuh dan menjadi pemimpin Jerman yang penuh kontroversi. Dia begitu disegani, namun juga menuai kecaman dari banyak pihak. Dia bertanggung jawab atas pembunuhan 11 juta orang, termasuk pembunuhan massal terhadap 6 juta orang Yahudi. Adolf Hitler, sang Fuhrer atau pemimpin partai Nazi di Jerman pada 1934 hingga 1945, yang memulai kebijakan fasisme sehingga menyulut Perang Dunia II. Awal kehidupan Adolf Hitler lahir pada 20 April 1889 di Braunau am Inn, Austria. Anak keempat dari enam bersaudara, Hitler lahir dari pasangan Alois dan Klara. Encyclopedia Britannica mencatat, selama beberapa waktu, Alois menggunakan nama ibunya, Schicklgruber, sebagai nama keluarga. Pada 1876, Alois memutuskan untuk mendirikan keluarga dengan nama Hitler. Sebagai seorang anak, Hitler sering berbenturan dengan ayahnya yang keras secara emosional, yang juga tidak menyetujui ketertarikan anaknya akan seni rupa sebagai pilihan karier. Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Charles Darwin, Berlayar Meneliti Makhluk Hidup Hitler menunjukkan minat pada nasionalisme Jerman sejak awal dan menolak otoritas Austria-Hungaria. Nasionalisme ini akan menjadi kekuatan motivasi hidup Hitler ke depan. Pada 1903, ayah Hitler mati mendadak, kemudian menyusul kematian ibunya pada Desember 1907. Sejak itu, dia pindah ke Vienna, bekerja sebagai buruh kasar dan pelukis cat air. Pada 1913, Hitler menetap di Munich. Saat Perang Dunia I meletus, dia bergabung pada militer Jerman dan diterima pada Agustus 1914, kendati masih memegang kewarganegaraan Austria. Hitler dan Nazi Setelah Perang Dunia I berakhir, Hitler kembali ke Munich dan meneruskan kerjanya di militer Jerman. Sebagai petugas yang jenius, dia memantau aktivitas Partai Buruh Jerman (DAP) dan mengadopsi banyak paham anti-Yahudi, nasionalis, dan anti-Marxisme. September 1919, Hitler bergabung dengan DAP, mengubah namanya menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP), atau lebih sering disingkat dengan Nazi. Hitler merancang simbol partai Nazi, dengan mengambil logo swastika dan menempatkannya pada lingkaran putih dengan latar belakang merah. Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: JP Morgan, Juru Selamat Krisis Keuangan AS Dia segera menjadi terkenal karena pidatonya melawan Perjanjian Versailles, politisi saingannya, Marxisme dan Yahudi. Pada 1921, Hitler terpilih sebagai ketua partai Nazi. Jerman mulai terisolasi secara diplomatis pada Mei 1933. Untuk membalikan keadaan, pada awal tahun berikutnya, dia menarik Jerman dari Liga Bangsa-Bangsa dan memulai militerisasi negara itu untuk mengantisipasi rencana penaklukannya. Pemimpin Nazi, Adolf Hitler sedang memeriksa pasukan elite SS didampingi orang kepercayaannya sekaligus pemimpin SS, Heinrich Himmler.(Getty/Independent) Anti-Yahudi Hingga awal perang pada 1939, Hitler dan rezim Nazi-nya menerbitkan ratusan hukum dan peraturan untuk membatasi serta mengecualikan orang Yahudi sebagai bagian dari masyarakat Jerman. Pada 1 April 1933, Hitler menerapkan boikot nasional terhadap bisnis yang dijalankan orang Yahudi. Nazi terus memisahkan orang Yahudi dari masyarakat Jerman, melarang mereka masuk sekolah umum, universitas, teater, acara olahraga, dan zona "Arya", tempat di mana orang Jerman dianggap sebagai kemurnian rasial. Orang Yahudi juga diminta untuk membawa kartu identitas dan wajib memiliki paspor yang dicap dengan huruf "J". Kebijakan keras Hitler juga menargetkan anak-anak yang cacat fisik dan mental, kemudian mengesahkan program suntik mati bagi orang dewasa dengan kebutuhan khusus. Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Charlie Chaplin, Pelawak Legendaris Era Film Bisu Rezimnya menganiaya kaum homoseksual, menangkap sekitar 100.000 pria sepanjang 1933 hingga 1945, beberapa di antaranya dipenjarakan atau dikirim ke kamp konsentrasi. Di kamp, tahanan penyuka sesama jenis dipaksa memakai segitiga merah muda untuk mengidentifikasi orientasi seksual mereka, yang dianggap Nazi sebagai kejahatan dan penyakit. Sepanjang Perang Dunia II, pada 1939-1945, Nazi dan kolaboratornya bertanggung jawab atas kematian setidaknya 11 juta orang, termasuk enam juta orang Yahudi. Pembunuhan massal yang dilakukan oleh Nazi dikenal sebagai Holocaust. Ditaktor Jerman, Adlof Hitler, lebih memilih jamur, ketimbang sajian dari daging di akhir hidupnya. Selain itu, minyak biji rami dan kue menjadi santapannya di bunker Berlin. (Daily Mirror) Seorang vegetarian Hitler memiliki kebiasaan konsumsi makanan dan minuman yang unik. Dia tidak minum alkohol dan tidak makan daging. Kebiasaan ini dipicu oleh fanatisme yang dia yakini bahwa ras Arya merupakan superior. Dia mendorong orang Jerman untuk menjaga tubuh kemurnian tubuh dari zat-zat yang memabukkan atau najis, dan mempromosikan kampanye anti-rokok di seluruh negeri. Akhir PD II dan kematian Awal 1945, Hitler menyadari Jerman akan segera kalah dalam perang. Uni Soviet mendorong tentara Jerman kembali ke Eropa Barat dan Sekutu bergerak ke Jerman dari sisi barat. Pada tengah malam menuju 29 April 1945, Hitler menikahi kekasihnya, Eva Braun, di bunkernya di Berlin. Khawatir tertangkap musuh, Hitler dan Braun bunuh diri sehari setelah pernikahan mereka. Jasad mereka dibawa ke luar area yang dibom di Reich Cahncellery, di mana keduanya dimakamkan. Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Margaret Thatcher, Si Iron Lady Berlin jatuh pada 2 Mei 1945. Lima hari kemudian, pada 7 Mei 1945, Jerman menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Kekalahan Hitler menandai berakhirnya dominasi Jerman dalam sejarah Eropa dan kekalahan fasisme. Namun, konflik global dengan ideologi baru muncul, yaitu Perang Dingin, hadir sebagai akibat dari kehancuran yang ditimbulkan oleh Perang Dunia II.
Share:

Pasukan AS Membantai Tentara Nazi


Pada hari ini, 72 tahun yang lalu, tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II melakukan pembantaian terhadap tentara Nazi Jerman di kamp konsentrasi Dachau, yang terletak di barat laut Munchen, Jerman.
Peristiwa ini menjadi sebuah noktah hitam bagi pasukan Negeri Paman Sam pada Perang Dunia II.
Padahal, hikayat sejarah --meski masih diperdebatkan-- selalu menggambarkan kehadiran tentara AS di gelanggang Eropa pada Perang Dunia II bak penyelamat Benua Biru.
Pembantaian itu terjadi setelah pasukan AS membebaskan kamp konsentrasi Dachau.
Kamp Dachau dibangun pada 1933, letaknya 10 km barat laut Munchen, sebagai sebuah penjara untuk mengurung tahanan politik rezim Adolf Hitler. Satu tahun sejak pembentukannya, kamp tersebut telah menampung sebanyak 5.000 tahanan politik berideologi komunis, sosialis, dan anti-Nazi.
Dan, sejak tahun 1938, bekas penjara politik itu didominasi oleh tahanan holocaust yang terdiri dari etnis Yahudi, Gipsi, homoseksual, dan orang yang berstatus tidak diinginkan oleh pemerintahan Adolf Hitler.
Sama seperti sejumlah lokasi penjara konsentrasi lainnya, tahanan Kamp Dachau harus menjalani kondisi teramat perih. Para tahanan menjadi tenaga kerja paksa, disiksa, dan menjadi kelinci percobaan medis yang mengerikan. Di samping itu, para tahanan juga mengalami kelaparan dan kesehatan yang luar biasa buruk.


Pada 27 April 2017, dua hari sebelum pembebasan, pasukan Nazi Jerman yang mengetahui kedatangan pasukan AS melakukan death march kepada para korban penghuni kamp.
Tindakan itu dilakukan dengan membariskan para korban penghuni kamp dan memindahkan mereka ke Tegernsee, selatan Munchen, sebagai tindakan untuk menyembunyikan bukti kejahatan perang Nazi Jerman.
Dan, pada 29 April 2017, pasukan AS dari Divisi Infanteri ke-42 berhasil memasuki kawasan Kamp Dachau. Saat tiba di kamp, para tentara menemukan banyak tumpukan jasad korban tahanan kamp di dalam sebuah gerbong kereta.
Diduga, jenazah-jenazah itu, saat mereka masih hidup, akan dipindahkan ke kamp konsentrasi lain.
Selain menemukan tumpukan mayat, tentara AS menemukan sekitar 30.000 tahanan yang masih hidup namun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Muak dengan apa yang telah mereka temukan, Divisi Infanteri ke-42 yang berada di lokasi mencari dan menangkap tentara Nazi Jerman yang masih berada di dalam dan di sekitar kamp.
Menurut sejumlah laporan, tentara infanteri ke-42 itu berhasil menemukan sekitar 30 hingga ratusan tentara Nazi Jerman yang bertugas sebagai operator kamp. Versi lain menyebut jumlahnya 50 orang.
Setelah itu, para tentara Nazi Jerman yang telah dilucuti itu dibariskan oleh tentara AS.
Tanpa diketahui akar permasalahannya, salah satu prajurit Divisi ke-42 menembak seorang tentara Nazi. Dan seperti efek domino, rekan-rekan prajurit AS itu ikut menembaki para tentara Hitler yang lain -- dari kesatuan SS dan Wehrmacht.
Pasukan AS tersebut memberondong para Nazi Jerman dengan timah panas hingga tewas seluruhnya.
Pada 1992, seorang mantan tentara yang terlibat dalam pembebasan kamp Dachau akhirnya angkat bicara.
"Setelah apa yang kami saksikan, kami menembak penjaga Jerman yang ada di depan mata," kata Don Ritzenthaler, seperti dikutip dari Daily Mail.
Fenomena pembantaian yang dilakukan pasukan AS itu dikenal dengan nama Dachau liberation reprisals. Sejumlah investigasi dilakukan untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Namun, mahkamah militer AS menilai bahwa apa yang dilakukan para tentara Divisi Infanteri ke-42 tak dapat dimintai pertanggungjawaban -- karena didorong situasi memuakkan yang telah disaksikan dan dihadapi oleh prajurit Amerika selama proses pembebasan kamp.
Pada tanggal yang sama, tahun 1974, Presiden Amerika Richard Nixon merilis rekaman yang menjadi alat bukti skandal politik Watergate. Skandal politik terkelam dalam sejarah AS itu melibatkan sejumlah politisi penting dalam administrasi Nixon. Para terduga pelaku melakukan penyadapan ilegal, pemerasan, dan intimidasi untuk keuntungan politik sang presiden.
Kemudian, pada tahun 1945, Adolf Hitler menikah dengan Eva Braun. Naasmya, pernikahan mereka hanya bertahan sangat singkat dalam kurun waktu 60 menit.
Karena, setelah satu jam pernikahannya, pasutri itu bunuh diri di sebuah bunker bawah tanah di Berlin hingga keduanya tewas. Kematian mereka turut menjadi simbol kekalahan Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Share:

Pertempuran Stalingard

Pertempuran Stalingrad (23 Agustus 1942-2 Februari 1943)[7][8][9][10] adalah pertempuran besar Perang Dunia II di mana Nazi Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet untuk menguasai kota Stalingrad (sekarang Volgograd) di Rusia Selatan, di perbatasan timur Eropa.
Ditandai dengan pertempuran jarak dekat dan serangan langsung terhadap warga sipil lewat serangan udara, sering dianggap sebagai yang terbesar dan pertempuran paling berdarah dalam sejarah peperangan.[11]Kerugian besar yang diderita Wehrmacht Jerman membuatnya bisa dibilang yang paling strategis dalam menentukan pertempuran di keseluruhan perang.[12] Ini adalah titik balik dalam panggung Perang Dunia II di Eropa.; Pasukan Jerman tidak pernah berinisiatif kembali di Timur dan menarik kekuatan militer yang luas dari Barat untuk menggantikan kerugian mereka.[13]
Serangan Jerman untuk menaklukan Stalingrad dimulai pada akhir musim panas tahun 1942, menggunakan Tentara Keenam Jerman dan unsur Panzer Tentara ke empat. Serangan itu didukung dengan pengeboman intensif oleh Luftwaffe yang meluluhkan banyak kota menjadi puing-puing. Pertempuran berubah menjadi pertempuran bangunan ke bangunan, dan kedua belah pihak saling menuangkan bala bantuan ke kota. Pada pertengahan November 1942, Jerman telah mendorong pembela Soviet kembali dengan biaya besar, menjadi zona sempit yang umumnya di sepanjang tepi barat Sungai Volga.
Pada tanggal 19 November 1942, Tentara Merah meluncurkan Operasi Uranus, serangan dua arah menargetkan pasukan kecil Rumania dan Hungaria yang melindungi Angkatan Darat Jerman ke-6.[14] Pasukan Poros di sisi-sisi yang diserbu dan tentara ke-6 terputus dan terkepung di daerah Stalingrad. Adolf Hitlermemerintahkan tentara tinggal di Stalingrad dan tidak berusaha untuk keluar; sebaliknya, upaya dilakukan dengan memasok tentara melalui udara dan untuk memecahkan pengepungan dari luar. Pertempuran sengit berlangsung selama dua bulan. Pada awal Februari 1943, pasukan Poros di Stalingrad telah kehabisan amunisi dan makanan. Unsur-unsur yang tersisa dari Tentara Keenam Jerman menyerah.Pertempuran berlangsung lima bulan, satu minggu, dan tiga hari.
Share:

Video

Cari Blog Ini

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Sejarah Perang Dunia Ke 2

Sejarah Terjadinya Perang Dunia II  – Perang Dunia II merupakan kelanjutan dari  Perang Dunia Pertama  yang terjadi dan berakhir beberapa...